JANGAN BERBUAT DZALIM

img_2555

Kedzaliman adalah kerusakan di dalam fitrah manusia, karena Allah Subhanahu wa Ta’ala  menciptakan fitrah manusia senantiasa cenderung kepada kebaikan dan menjauhi keburukan. Tapi, karena fitrah dapat menjadi lemah dikarenakan rusaknya pendidikan yang diterima seseorang, hawa nafsu, kepentingan, dan sebab-sebab yang lain, maka manusia tidak jarang menuju ke arah yang tidak benar dan bertentangan dengan fitrah, meskipun fitrah orang ini masih dapat menampakkan diri pada waktu-waktu tertentu. Akibat dari kezaliman adalah kejelekan baik di dunia maupun di akhirat:

 

Pertama; Kedzaliman seseorang pada orang lain akan menimpa dirinya sendiri.

Kedzaliman dilakukan seseorang pertama ketika orang itu mengingkari daya-daya kebaikan di dalam dirinya. Selain itu, jika kedzaliman sudah menyebar di masyarakat, maka kedzaliman itu akan mencakup pelaku kedzaliman itu sendiri. Ini seperti orang yang mengajarkan kebohongan kepada orang lain, maka pada suatu hari orang itu akan berbohong juga pada dirinya. Jadi, kedzaliman pada orang lain itu pada hakikatnya adalah kedzaliman pada diri sendiri.

 

Kedua; Hidup dalam kesesatan dan jauh dari hidayah

Orang dzalim, hidupnya dalam kesesatan karena jauh dari hidayah Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dia akan semakin jauh tersesat. Orang yang sekali berbohong, akan berbohong lagi dan lagi untuk menutupi kebohongannya. Orang yang sekali berbuat dzalim, tidak akan segan melakukan kedzaliman berikutnya demi kedzaliman yang pertama itu. Orang itu semakin sulit menerima kebenaran, tidak dapat mengambil manfaat dari hidayah Allah, tidak dapat mengambil manfaat dari ajaran agama, serta nasihat dan petuah orang lain. Hatinya mati dan terkunci dan tidak bisa menerima kebenaran.

 

Ketiga; Akan mendapatkan kebinasaan

Kedzaliman akan mengundang murka Allah Subhanahu wa Ta’ala baik di dunia maupun di akhirat. Dan pelakunya mendapat ancaman serius dari Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagaimana dalam firman-Nya: “Kami tidak akan menghancurkan suatu kaum, kecuali mereka dalam keadaan zalim.” (al-Qashash: 59)

Orang yang berbuat dzalim ketika di akhirat akan melakukan sanggahan dengan orang yang mengajaknya ke dalam kedzaliman. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Dan (alangkah mengerikan) jika engkau melihat ketika orang-orang dzalim itu dihadapkan kepada Tuhannya, sebagian dari mereka mengembalikan perkataan kepada sebagian yang lain. Orang-orang yang dianggap lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri, ‘Kalau tidaklah karena kamu, tentulah kami menjadi orang-orang beriman.’ Orang-orang yang menyombongkan diri berkata kepada orang-orang yang dianggap lemah, ‘Kamikah yang telah menghalangimu untuk memperoleh petunjuk setelah petunjuk itu datang kepadamu? Tidak. Sebenarnya kamu sendirilah orang-orang yang berbuat dosa.’” (Qs. Saba: 31-32)

Tidak ada setiap manusia yang luput dari dosa. Nabi sekalipun senantiasa bertaubat sampai 100 kali dalam sehari. Sesungguhnya dosa akan berpengaruh terhadap hati kita. Setiap melakukan dosa, maka akan ada bintik hitam di dalam hati, seperti selembar kain putih lama kelamaan menjadi hitam. Sudah pasti dosa merupakan kedzaliman kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.  Untuk itu sering-seringlah kita meminta ampunan kepada-Nya atas dosa yang kita perbuat agar terhindar dari kedzaliman kepada-Nya. Jf

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*