KARENA PERGAULAN ANDA SELAMAT ATAU TERSESAT

Menjadi sebuah keniscayaan hidup, bahwa manusia pasti menginginkan kehidupannya mendapatkan kesuksesan. Namun tidak sedikit ketika salah dalam melangkah menentukan sebuah pilihan, iapun binasa sebagaimana orang-orang yang telah binasa. Pergaulan hidup menjadi sebuah keniscayaan yang tidak mungkin manusia berpisah darinya, namun baginda Rasulullah telah memberikan rambu-rambunya agar tetap dalam kontek ketaatan, bukan kesia-siaan dan bencana.

Ibnu ‘Athaillah berkata; ”Sebagaimana dunia memiliki para pecinta yang akan membantu siapapun yang berteman dengan mereka, akherat juga memiliki para pecinta yang akan menolong siapapun yang mendekati dan berhubungan dengan mereka”.

Seorang penyair bertutur: “Di tengah-tengah manusia engkau diukur dengan orang yang engkau jadikan teman. Maka, bertemanlah dengan orang-orang pilihan, tentu engkau akan mendapatkan penghormatan”.

Secara fitrah manusia makhluk sosial. Ia harus bergaul dan menjalin hubungan dengan sesama manusia. Allah berfirman:

Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas”. (QS.Al-Kahfi:28)

Nabi bersabda: “Janganlah berteman kecuali dengan orang mukmin. Dan janganlah anda makan makananmu kecuali dengan orang bertaqwa”. (HR. Tirmidzi dan Abu Daud).

Nah, dari beberapa penjelasan di atas nyatalah bahwa Islam sangat mendorong kepada kita agar memilih teman yang shalih, agar nanti di akhirat kita dapat berkumpul lagi di surga dan bukan sebaliknya menjadi musuh kita nanti di akhirat. Sebagaimana firman Allah, ;

“Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.(QS.Az-Zuhruf;67)

Sebentar lagi akan datang tahun baru masehi, di hari itu perbuatan maksiat dengan berbagai ragamnya meghiasi para kawula muda mudi. TV dengan para jargonnya berupaya mengkampanyekannya agar sesuatu yang haram menjadi terbiasa dan dianggap halal. Tahun baru masehi, juga melengkapi warna dunia, kitapun juga sudah tahu bahwa banyak manusia yang terjerembab dalam perbuatan mungkar di malam itu. Bisa kita lihat dan perhatikan di malam tahun baru itu, sorak sorai, berjubel manusia tua, muda sampai anak kecil larut dalam buaian kemaksiatan dan pemborosan.

Untuk menghindarkan diri dari itu semua maka setiap muslim harus berupaya mengokohkan sifat malu yang benar, sehingga kita akan biasa menghindarkan dari hal-hal yang akan mengotori kehidupan kita. Apa yang disampaikan di atas ini semua berawal dari dicabutnya sifat malu, karena telah dicabutnya iman mereka. Seorang muslim itu adalah orang yang menjaga kehormatan diri dan rasa malu. Malu itu sebagian dari iman, sedangkan iman itu adalah keyakinan seorang muslim dan penopang kehidupannya. Rasulullah bersabda, “Malu dan iman itu selalu berkaitan, sehingga jika salah satunya dihilangkan maka yang lainpun akan hilang”. (HR. Hakim )

Rahasia kedudukan malu dalam iman adalah bahwa keduanya mengajak kepada kebaikan dan menjauhkan dari kejelekan. Jadi iman itu mendorong seorang mukmin untuk mengerjakan ketaatan dan meninggalkan kemaksiatan. Seseorang yang memiliki rasa malu akan tercegah dari sikap meremehkan Allah yang memberi berbagai kenikmatan dan tercegah dari melanggar hak orang lain. Malu juga mencegah dari perbuatan dan perkataan kotor karena takut akan mendapatkan celaan dan kecaman dari orang lain. Dengan demikian malu itu tidak mendatangkan apapun kecuali kebaikan, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang hal itu;

“Malu itu tidak datang kecuali dengan kebaikan”. (HR. Bukhori Muslim).

Kebalikan dari malu adalah sifat keji. Sifat keji adalah perbuatan dan perkataan yang kotor atau ucapan yang kasar.Seorang muslim tidak selayaknya berkata atau berbuat kotor, keras dan kasar.Sebab semua ini adalah sifat-sifat yang dimiliki penghuni neraka.

Merek juga tidak akan meremehkan hak-hak yang diwajibkan kepadanya, tidak memugkiri kebaikan yang diberikan kepadanya, tidak pula bermalas-malasan dalam beribadah. Abdullah bin Mas’ud berkata; “Malulah kalian kepada Allah dengan sebenarnya, jagalah kepala kalian dan apa yang ada di dalamnya, juga perut dan apa yang ada di dalamnya, ingatlah kalian terhadap kematian dan bencana!”.

Selamatkan diri, keluarga, dan teman dari hiruk pikuk dunia yang semakin menggilakan manusia karena terfitnah dunia yang fana. Jauhkan anak dari pergaulan bebas, miras, narkoba, dan ikut merayakan hari Valentine maupun tahun baru, sebab acara itu memang dikemas untuk menghancurkan generasi Muslim, sehingga nantinya akan lemah dan terjajah.Allahu a’lam. img_1708

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*