Selayang Pandang

KAJIAN HISTORI

Pondok Pesantren Darul Hijroh adalah lembaga pendidikan swasta  yang bernaung  dibawah Yayasan Bina Ummat Polokarto Sukoharjo, yang didirikan oleh ust Kusnandar.

Pondok Pesantren Darul Hijroh didirikan pada tahun 2008  yang beralamat di Dusun Canden Desa Rejosari Kecamatan Polokarto Kabupaten Sukoharjo yang menempati area  tanah 7500 M2 untuk pondok putra  dan 5000 M2 untuk pondok putri , dan telah  mendapatkan perizinan operasional pada tahun tahun 2010 dari Kementerian Agama  Kabupaten Sukoharjo.

Pondok Pesantren Darul Hijroh merupakan afiliasi dari Pondok Pesantren Al-Islam Mranggen, yang berdiri pada tahun 2005 M di bawah naungan Yayasan Al Islam cabang Polokarto . Namun dalam perjalanan perlu adanya inovatif dalam pengembangan lembaga pendidikan maka Yayasan Bina Ummat dengan pertimbangan jangka panjang maka alternatif terbaik adalah “  Hijrah “ ke Canden Rejosari Polokarto Sukoharjo maka Yayasan Bina Ummat memberi nama Pondok Pesantren Darul Hijroh.

Pada tahun 2013  Pondok Pesantren Darul Hijroh memiliki unit pendidikan yaitu Madrasah Tsanawiyah Ponpes Darul Hijroh Canden, dalam rangka memberi kemudahan kepada masyarakat untuk memenuhi hak pendidikan kepada putra putrinya yang telah menyeselaikan jenjang Sekolah Dasar ( SD ) ataupun Madrasah Ibtidaiyah ( MI ) . Seiring dengan berjalannya waktu Pondok Pesantren Darul Hijroh semakin berkembang baik dari kualitas maupun kuantitas. Terbukti antusias ataupun minat masyarakat untuk memondokkan atau menyekolahkan putra-putri mereka di Madrasah Tsanawiyah Darul Hijroh sangat besar sehingga kami membatasi dengan kuota penerimaan calon santri dikarenakan keterbatasan sarana yang ada .

Pondok pesantren Darul Hijroh telah meluluskan beberapa periode  dan hingga saat ini para alumni sudah tersebar di beberapa lembaga pendidikan tingkat lanjuatan baik di Pondok pesantren maupun perguruan Tinggi Negeri maupun swasta  , bahkan sudah ada yang melanjutkan keluar Negeri seperti Mesir. Para alumni pondok pesantren Darul Hijroh yang telah menyelesaikan Pendidikan Tingkat Tinggi telah menjadi du’at dan ada pula yang menjadi asatidz dan ustadzaat  di lembaga-lembaga pendidikan islam